Gudang Marabunta ini dibangun tahun 1911 di Kota Semarang.
E In St
Melihat gudang Marabunta di jalan komodor laut Yos Sudarso Kota Semarang.
Gudang Marabunta atau Goedang Toedjoe adalah milik N.V. Kian Gwan Mij merupakan gudang besar yang dibangun perusahaan tersebut pada tahun 1911. N.V. Kian Gwan adalah perusahaan yang didirikan oleh Oei Tjie Sien pada tahun 1893 di bidang ekspor-impor, terutama gula dan opium untuk ekspor, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk impor. Sepeninggalnya pada tahun 1900, perusahaan diteruskan oleh anaknya, Oei Tiong Ham. Goedang Toedjoe dibangun pada tahun 1911 di jalan utama menuju pelabuhan Semarang pada saat itu, di tepi Kalibaru, kanal yang dibangun sebagai bagian dari pengembangan pelabuhan baru. Produk ekspor yang disimpan di gudang tersebut tidak hanya gula yang dikumpulkan dari para makelar, tetapi juga produksi pabrik-pabrik gula yang sejak akhir abad ke-19 telah dikembangkan oleh Oei Tiong Ham. Sesuai dengan namanya, Goedang Toedjoe terdiri atas tujuh unit bangunan berjajar dengan satu unit utama berada di tengah-tengah. Pembangunan jalan arteri utara telah mengorbankan satu unit terpangkas setengahnya. Selain itu juga tidak berkompromi dengan jalur rel kereta api yang dulu melintas di depannya menuju ke pelabuhan Gudang dengan struktur baja bentang lebar dengan ventilasi atap tersebut terlihat menonjol pada kawasan pergudangan karena ukurannya yang besar dan panjang dengan façadenya membentang indah. Deretan parapet berundak dengan puncak-puncak yang dipertegas oleh penerusan pilaster menjulang tinggi, dan deretan balustrade di sela gunungan membentuk bentang jalan yang unik. Selain itu bayangan yang dipancarkan oleh badan air Kalibaru mendukung tampilan kawasan pergudangan yang tidak biasa. Secara visual, bangunan tersebut menyatakan kebesaran dan supremasi perusahaan yang dimiliki bukan dari golongan Belanda dan Eropa lainnya yang statusnya diistimewakan. Goedang Toedjoe yang kemudian dinasionalisasi sempat dikelola oleh perusahaan yang dibentuk dan sebagian dihuni oleh Marabunta. Goedang Toedjoe Kian Gwan penting karena keterkaitannya dengan tokoh pengusaha Oei Tiong Ham yang diakui sebagai Raja Gula; keberadaannya dalam lingkungannya sekaligus pada skala yang lebih besar memberikan kontribusi sebagai tetenger sekaligus dalam estetika lingkungan. Bangunan tersebut satu-satunya bangunan gudang dengan rancangan yang melampaui sekedar pertimbangan fungsional saja. Butcher, John G. & Howard W. Dick (Eds), The Rise and Fall of Revenue Farming: Business Elites and the Emergence of the Modern State in Southeast Asia(New York, NY: , St. Martin’s Press, Inc.), 1993 “Oei Tiong Ham, unpublished history of Kian Gwan by Liem Thian Joe,” dibaca dari http://www.semarang.nl/oei-tiong-ham/oei-tiong-ham-history-kian-gwan.html. #semarang #marabunta #drone